Kertas corat-coret

Kumpulan buah pikiran, spontan maupun terencana, sebagai cara melatih rasa dan karsa untuk berkarya bagi dunia.

vendredi, novembre 05, 2004

Kepemimpinan dan Hidup

Kepemimpinan. Leadership.

"Siapa yang mau jadi ketua kelas?"
"Jangan saya, Bu Guru."
"Saya juga jangan, Bu. Budi saja."
"Aduh, saya juga jangan deh, Bu."
Ibu Guru bingung. Ketiga anak tadi adalah murid-murid yang menurutnya paling kompeten menjadi ketua kelas, tapi mereka semua menolak menjadi ketua kelas.

+ Kenapa sih memangnya kalau kita diminta menjadi pemimpin?
- Ada tanggung jawab yang harus dipikul.
+ Lho, memangnya kalau kita tidak menjadi pemimpin, kita tidak punya tanggung jawab?
- Punya juga sih, tapi pemimpin kan tanggung jawabnya lebih besar.
+ Artinya, imbalannya juga lebih besar, dong?
- Iya sih.
+ Kalau begitu kamu mau dong kalau diminta jadi pemimpin?
- Belum siap deh kayaknya.
+ Trus kapan siapnya?
- Nanti, kalau sudah cukup pengalaman.
+ Pengalaman memang penting, tapi ingat, manusia dibatasi usia lho.

Ironisnya, menurut John C. Maxwell*, seseorang akan menjadi lebih efektif jika dia mau "membuka katup"-nya dengan menjadi seorang pemimpin. Artinya, dia akan lebih cepat belajar dan mencapai tingkat pengalaman yang tinggi. Dengan kata lain, semakin cepat kita mulai mengambil keputusan untuk jadi pemimpin, semakin banyak yang bisa kita lakukan buat dunia.

Bukankah itu tujuan hidup manusia di dunia?



* dari buku "21 Irrefutable Laws of Leadership" oleh John C. Maxwell

1 Comments:

At 3:25 PM, Anonymous Anonyme said...

Pada dasarnya setiap manusia adalah pemimpin, at least jadi memimpin dirinya sendiri.
Ketika menjadi kepala keluarga, dia menjadi pemimpin dirinya sendiri, plus keluarganya.
So, masalahnya adalah seberapa berani seseorang memperluas wilayah kepemimpinannya.

 

Enregistrer un commentaire

<< Home